GOWA, SULSEL - Ada apa dengan Fenny Frans, pemilik (owner) bisnis kosmetik dan skincare dengan merek FF Cosmetic menghapus postingan Live videonya di beranda Facebook yang sedang joget bersama Bang Jali saat di jalan Sulawesi, Kota Makassar pada Minggu (15/2/2026), nampak pada video jogetnya ditempat umum, karena ada motor yang lalu lalang pada saat joget dan bernyanyi.
Hal itu menjadi pertanyaan publik dan warganet, kenapa dan mengapa dihapus?, karena warganet penasaran dengan konten FF, yang menghebohkan dunia maya.
Dia joget - joget bersama Bang Jali sambil menyanyi dan memegang alat vital dengan sengaja di depan umum dan live dengan ribuan mata, bahkan ada anak-anak yang langsung menyaksikan kejadian tersebut, sangat merusak mental anak.
Fenny Frans yang sempat klarifikasi, kepada wartawan INDONESIA SATU.CO.ID, di inbox messanger, dia mengaku tidak memegang kemaluan bang Jali, melainkan kantong celana yang dipegangnya.
"Nakita kita tau, itu bukan pegang itunya sayang, kantongnya karena uang saweran yang saya mau ambil, " ungkapnya, yang dia langsung inbox wartawan INDONESIA SATU.
Terpantau saat viral di media sosial, Fenny Frans memegang alat vitalnya Bang Jali, saat itu juga Senin (16/2/2026) dia hapus juga livenya, sehingga warganet bertanya-tanya, kenapa mesti dihapus video livenya.
Aneh kata Netizen, Nur, baru mau lihat videonya sudah hilang, berulang kali saya lihat tidak ada, padahal waktu live video, itu masih ada, ini setelah viral videonya di hapus sama Fenny Frans.
Padahal katanya, saya mau lihat videonya lagi, tetapi sudah dihapus. "Kenapa dihapuski owner videonya, jadi tidak bisa diliat video siaran langsungnya, " ungkapnya, yang bertanya di beranda klarifikasinya Bang Jali.
Sanrego Roter juga mengatakan ke warganet, dihapus karena owner-nya sudah merasa bersalah.
Sementara Chaca juga menyebutkan berarti klarifikasinya ini tidak benar, bahwasanya yang di video itu betul, tapi klarifikasinya tidak, saat dia melihat postingan video livenya FF tersebar di group Facebook.
Sementara warga Somba Opu, Tamrin, juga heran, sepertinya Fenny Frans sudah ketakutan duluan, kenapa video livenya dihapus, hari itu juga.
"Seharusnya kalau memang tidak melakukan seperti itu, kenapa dihapus, karena publik atau warganet pasti mau melihat livenya juga, untungnya saya masih melihat di group Facebook, ada videonya saya lihat, " ucapnya , Jumat (20/2/2026)
Berharap kepada Fenny Frans, sebagai Publik figur seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang besar karena perilaku mereka dicontoh masyarakat. Menjaga etika dan komunikasi yang santun, itu sangat penting untuk mempertahankan reputasi positif dan menghindari dampak negatif.
Etika membantu membangun kepercayaan publik, menunjukkan integritas, dan memastikan konten yang dibuat itu tidak melanggar nilai kemanusiaan.
Setiap ucapan dan tindakan publik figur dapat memengaruhi perilaku pengikutnya, sehingga perlu didasari oleh etika dan empati.
Pembuatan konten harus mengutamakan moralitas, menghindari sensasi yang menyinggung, terutama dalam situasi sensitif.
"Jadi Publik figur idealnya memancarkan nilai positif dan menjadi teladan, bukan memicu konflik sosial, apalagi saya seorang laki - laki yang melihat videonya, sangat tidak etis, ditempat umum, didepan anak-anak, pegang alat kelamin Bang Jali begitu, kita harus menjunjung tinggi, nilai Siri' pada masyarakat Makassar.
"Nilai siri' pada masyarakat Makassar adalah falsafah harga diri, kehormatan, dan rasa malu yang menjadi pedoman hidup, melambangkan martabat manusia. Siri' mencakup kewajiban menjaga nama baik dan membela diri dari perbuatan yang merendahkan, jadi perlu dijaga yang namanya nilai siri, " kuncinya.(Shanty)

Updates.