Anak Wabup Gowa Berobat Alternatif, Warganet : Sekelas Bupati Masih Percaya Dukun

    Anak Wabup Gowa Berobat Alternatif, Warganet : Sekelas Bupati Masih Percaya Dukun
    Anak Wakil Bupati Gowa, AL, (baju krem) yang tengah diobati oleh Karaeng Puji, di Dusun kampung parang, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo.

    GOWA, SULSEL - Ramai di media sosial Facebook, anak bungsu Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, berobat alternatif di Dusun Kampung Parang, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

    Pengobatan ini tengah viral di media sosial, pasalnya pengobatan alternatif yang diklaim dapat membantu penderita kelumpuhan bisa berdiri, yang sakit juga bisa sembuh, bahkan penyakit lainnya, apabila berobat melalui Karaeng Puji, yang mengobati langsung dengan sentuhan dan baca - bacanya serta air yang dipakai mandinya akan sembuh dari penyakit yang dideritanya.

    Nampak di media sosial anak Wabup Gowa, AL, didampingi oleh Pemerintah desa setempat, dari Kepala Dusun Kampung Parang, Kepala Desa Barembeng, Kepala Binmas dan Kepala Babinsa, yang menemani untuk berobat.

    Menurut warganet, Ikka Sudding, anak Wabup Gowa, kondisi fisiknya sudah bawaan sejak lahir, kalau jalan tidak terlalu normal.

    "Iye cakepki, baru badannya tinggi, tapi sayangnya kasihan, kalau jalanki nda terlalu normalki, " ujarnya saat berceloteh di postingan Facebook milik Satria Syahrir, Sabtu (14/2/2026).

    Banyak netizen yang heran dan kaget, anak seorang Wabup Gowa, berobat secara alternatif, yang percaya dengan pengobatan sanro atau dukun. Menurut pandangan yang melihat postingan itu mereka menilai negatif dan praktiknya diharamkan karena melibatkan kesyirikan untuk mengobati secara gaib.

    Menurut Unhie Wahyuni, yang melihat postingannya Satria Syahrir, katanya didalam Islam kalau percaya sama dukun, dan dialah yang menyembuhkan, itu sudah termasuk perbuatan musyrik.

    Sementara ada netizen, Hadi Prasitiyo, juga menilai, begitu rapuh aqidah kita, dan cuitan dari Habibi juga heran, katanya semakin banyak orang yang percaya perdukunan.

    "Bahkan sekelas Bupati pun masih percaya perdukunan, " celoteh Edy Timung, juga di Facebook Satria Syahrir.

    Andi Ruswandi, juga ikut berceloteh di postingan Satria Syahrir, katanya juga, ikhtiar itu perintah tapi penting memperhatikan cara berikhtiarnya, jangan sampai ada unsur - unsur kesyirikan didalamnya.

    "Jangan berprinsip yang penting sembuh, biar halal dan haram disapu rata juga, kesembuhan itu hadiah dari Allah SWT, " pesannya.

    Sekedar diketahui, kepercayaan pada dukun dalam Islam termasuk syirik, menyekutukan Allah SWT, karena meyakini ada kekuatan lain selain Allah yang mengetahui hal gaib atau memberi manfaat/mudarat.

    Umat Islam diperintahkan untuk bertawakal hanya kepada Allah dan menggunakan akal sehat dalam menghadapi masalah, bukan bergantung kekuatan gaib dari dukun.(Shanty)

    Shanty SH

    Shanty SH

    Artikel Sebelumnya

    Anak Wabup Gowa Berobat Alternatif, Warganet...

    Artikel Berikutnya

    Owner Kosmetik Fenny Frans Pegang Kelamin...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Owner Kosmetik Fenny Frans Pegang Kelamin Bang Jali, Warga : Melanggar Norma Kesusilaan dan Moral
    Lapas Madiun Bersihkan Mushola Sambut Ramadhan Bersama Warga Binaan
    Gotong Royong TNI dan Warga Pacu Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pesisir Selatan
    Kemenimipas Ungkap Potensi Lahan 'Idle' untuk Ketahanan Pangan Napi
    BGN Wajibkan Dapur Gizi Serap Hasil Kebun Lapas Purwakarta

    Ikuti Kami