GOWA, SULSEL - Heboh di media sosial, owner kosmetik Fenny Frans, yang memegang alat vital Bang Jali, menuai banyak sorotan, pasalnya hal itu tidak etis yang dilakukan oleh Fenny Frans karena di tempat umum bahkan saat itu dia sedang Live, dengan ribuan mata yang melihat livenya, pada Minggu (16/2/2026)
Kecaman dari warganet muncul karena tindakan tersebut dinilai tidak pantas, merusak moral dan norma kesusilaan.
Apalagi sekarang sosok Fenny Frans, seorang publik figur, jadi publik figur wajib menjaga etika karena mereka adalah panutan dengan tanggung jawab sosial/moral besar.
Etika yang dijaga melalui perilaku, konten bertanggung jawab, sangat krusial untuk membangun kepercayaan publik, menghindari konflik dan mencegah citra negatif.
Publik figur memiliki pengaruh besar, sehingga perilaku mereka berdampak pada masyarakat. Mereka harus memancarkan empati, kepedulian, dan menjadi teladan.
Pembuatan konten tidak boleh mengabaikan nilai moral demi popularitas. Konten yang sensitif dapat merusak citra diri dan memengaruhi publik secara negatif, terhadap lingkungan sosial.
Menurut warganet, Hasna Daffa, bercanda itu ada batasnya, sekalipun anak kandung sendiri, kenapa pegang yang vital.
Andi Yusran, juga menegaskan di group salah satu Facebook, katanya, sudah jelas itu napegang kelaminnya laki-laki, masih nabilang hoax, bercanda boleh tetapi jangan sampai kelewat batas.
"Anak kandung saja tidak diperbolehkan pegang alat kelaminnya, apalagi ini cuma orang lain, "paparnya.Selasa (17/2/2026)
Zahra Simania juga berceloteh, kalaupun dianggap anak, mana ada orang tua yang mau pegang kelamin anak laki-laki dewasanya.
Sementara dari netizen, Karaeng Gassing Tubarania, laki - laki itu kalo sudah baligh tidak bisa dianggap anak - anak lagi, bercanda dengan memegang alat kelamin itu bahaya Lo.
"Apalagi kita orang Makassar, yang menjunjung tinggi, nilai siri, jadi jangan mernomalisasi hal seperti ini, meskipun orangnya tidak keberatan tapi ini sudah menyangkut etika sosial maka wajar netizen geram, " tantangnya pada netizen yang mengungkapkan Fenny Frans itu, hanya bercanda dan bang Jali, katanya sudah dianggap anaknya.
Cuitan dari netizen, Win D'tective, juga kesal dengan para netizen yang bilang Bang Jali, itu sudah seperti anaknya, " enteng sekali dia berdalih menganggap semua orang seperti anak sendiri, karena ingin melakukan hal semau dan seenaknya, aduh kalimat yang tidak seharusnya dinormalisasikan, " kesalnya.
Alfarid Pay juga, kesal masa megang kelamin dibilang bercanda, otak kamu dimana. Ada juga dari Mery Angraeni, rata - rata owner skincare itu tidak berpendidikan tinggi, prodaknya aja nggak tahu komposisinya yang aman buat konsumen jadi maklum sesuai perlakuannya.
Sementara menyusul juga cuitan dari, Frans Kiki, ini bukan masalah sahabat lama, dianggap anaklah, dianggap saudaralah, ini masalah etis dan tidak etis, "Saya rasa tidak etis, kemaluannya dipegang depan umum, " celetuknya.
Nadia Rahmadani juga menilai, sangat kelewatan sekali, apalagi kalau bang Jali sudah punya istri, bagaimna perasaan istrinya.Karena betul - betul kalau itu alat vital disentuh khayak begitu dengan lawan jenis pasti menimbulkan birahi, jangankan sentuh alat vitalnya, memegang tangan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya saja, sudah haram hukumnya didalam agama Islam, "geramnya.(Shanty)

SM Network