GOWA, SULSEL-Unjuk rasa memanaskan suasana di depan Kantor Bupati Gowa pada Selasa (7/4/2026). Massa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Formasi Gowa, BMP Sul-Sel, dan Forgata Gowa melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan membawa tajuk perlawanan, "Gowa Darurat".
Aksi ini dipicu oleh keresahan masyarakat terkait dugaan skandal yang melibatkan oknum pejabat publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa serta berbagai problematika daerah yang
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menyampaikan poin-poin krusial yang menjadi dasar pergerakan mereka diantaranya ada 4 poin yaitu :
1.Usut tuntas skandal pejabat
Mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk membongkar secara transparan dugaan skandal yang menyeret nama pejabat publik di Gowa.
2.Klarifikasi terbuka Bupati Gowa
Massa mendesak Bupati Gowa, Husniah Talenrang, untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan transparan kepada publik guna menghindari spekulasi yang liar di tengah masyarakat.
3. Penyelesaian problematika daerah mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk lebih serius dan konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan sosial yang saat ini mendera wilayah Gowa.
4. Menjaga marwah tanah Gowa
menuntut penghentian segala bentuk tindakan atau kebijakan yang dinilai mencoreng nama baik dan nilai historis Tanah Gowa yang bersejarah.
Massa aksi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap daerah dan upaya menjaga integritas pemerintahan.
"Kami tidak ingin nama besar Gowa tercoreng oleh perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab. Transparansi adalah harga mati, " teriak salah satu orator di atas mobil komando.
Hasil dari pantauan, perwakilan massa masih berupaya melakukan audiensi dengan pihak pemerintah kabupaten Gowa, untuk mendapatkan jawaban langsung atas tuntutan mereka.
Dan penjagaan ketat juga dari pihak kepolisian dan Satpol PP nampak di sepanjang pintu masuk kantor bupati guna memastikan aksi berjalan tetap kondusif.(Shanty)

Updates.