MAKASSAR, SULSEL - Owner Travel Risma, Hajjah Risma, membantah telah menelantarkan jamaahnya di Makkah, Arab Saudi, itu karena berimbas dari terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah (perang Iran vs AS-Israel) yang berdampak serius pada penerbangan internasional di Arab Saudi, sehingga 44 orang jamaahnya, tertahan di Arab Saudi akibat penundaan dan pembatalan penerbangan.
Dampak penundaan dan pembatalan penerbangan tersebut, viral beredar di media sosial, yang mengatas namakan travelnnya, dari jamaahnya terlantar dan tidur di bandara.
Owner Risma, yang dikonfirmasi menegaskan itu berita hoax, tidak benar. Memang ada katanya, video jamaah yang beredar, tidur di bandara, tetapi bukan dari jamaah kami.
"Walaupun jemaah menghadapi kendala biaya, akomodasi, dengan kenaikan harga, tiga kali lipat, tetapi jamaah umroh kami, semuanya tidur di hotel, tidak ada yang tidur di luar hotel, " ucapnya Senin (6/4/2026)
Permasalahan bermula dari kerja sama dengan travel yang sebelumnya telah menerima dana dari jamaah. Namun, karena adanya kendala dalam proses pemberangkatan, jamaah akhirnya dialihkan ke Travel Risma.
“Saya hanya menerima sisa pelunasan dari sekitar 44 jamaah karena sebagian dana sudah masuk ke travel sebelumnya, " bebernya.
Meski demikian, Travel Risma tetap mengambil alih pemberangkatan dengan mempertimbangkan hubungan mitra, hanya jadwal pemulangan jamaah tertunda, karena lonjakan biaya operasional yang tidak terduga.
Dampak dari peperangan tersebut, kenaikan harga sampai tiga kali lipat, termasuk biaya hotel, transportasi, dan tiket pesawat serta ketersediaan kursi yang sangat terbatas.
Sekarang ini pihaknya sementara proses dalam pemulangan jamaah secara bertahap, tahap pertama, sudah dipulangkan jamaah sebanyak 9 orang, dan 20 jamaah dijadwalkan besok pada (7/4/2026) dan menyusul 8 jamaah lagi yang dijadwalkan pulang pada (8/4/2026).
Kalaupun ada permintaan tambahan biaya sebesar Rp.5 juta kepada jamaah, itu berdasarkan kesepakatan bersama dan semuanya setuju.
Hal itu terpaksa dilakukan karena untuk menutupi kekurangan dana akibat lonjakan biaya yang tak terduga akibat konflik di Timur Tengah.
Pihaknya juga sudah banyak mengeluarkan dana talangan yang sangat besar, bahkan melebihi kemampuan awal. Kami tidak pernah berniat untuk merugikan jamaah, kami hanya berusaha untuk menutupi biaya yang melonjak dan juga memenuhi kebutuhan logistik jamaah, termasuk akomodasi hotel dan konsumsi selama berada di tanah Suci.
"Kami terus membiayai kebutuhan jamaah. Bahkan, jika tidak membayar hotel selama satu hari saja di Makkah, itu sudah sangat berisiko. Jadi kami tetap berupaya agar para jamaah tetap tidur di hotel, tidak terlantar seperti yang beredar di media sosial, jadi yang viral, jamaah tidur dibandara itu, bukan dari travel kami, itu berita bohong, hoax, " tegasnya.(Shanty).

Updates.