Halal Bihalal IKM Sapayuang Sulsel, Bersatu Membangun Masjid Minangkabau di Moncongloe 

    Halal Bihalal IKM Sapayuang Sulsel, Bersatu Membangun Masjid Minangkabau di Moncongloe 
    Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sapayuang Sulsel, kembali menggelar Halal Bihalal di Balai Pertemuan Hasanuddin yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kompleks Makodam XIV/Hasanuddin, Minggu (26/04/2026). 

    MAKASSAR, SULSEL - Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sapayuang Sulsel, kembali menggelar Halal Bihalal di Balai Pertemuan Hasanuddin yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kompleks Makodam XIV/Hasanuddin, Minggu (26/04/2026). 

    Kurang lebih 800 ratus warga Minangkabau memadati acara Halal Bihalal, mereka berdatangan bersama para keluarganya sejak pukul 09.00 WITA dan acara selesai pukul 17.00 WITA.

    Dengan mengusung tema “Rantau Basamo, Iman Basatu, Sucikan Hati, Satukan Niat, ” halal bihalal ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi orang perantau, terutama setelah momen Idul Fitri. Bagi perantau, kegiatan ini bukan sekadar tradisi rutin, tetapi juga sarana untuk menyambung kembali ikatan yang terjarak oleh jarak dan waktu. 

    Dan mempererat tali siaturahmi menjadi momen penting untuk menyambung kembali tali persaudaraan dan hubungan kekeluargaan yang sempat renggang karena perantauan.

    Dalam sambutannya, Ketua IKM Sapayuang Sulsel, Akmal Mustafa, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tanah rantau.

    “Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi penguat jati diri kita sebagai orang Minang. Di rantau, kita harus bersama dalam iman dan dalam niat membangun, " ungkapnya.

    Semangat kebersamaan, diarahkan pada sebuah cita-cita besar, dengan membangun Masjid Minangkabau di kawasan Moncongloe.

    “Masjid ini kita rancang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan budaya Minangkabau. Insya Allah, dengan anggaran sebesar Rp.9 miliar, ini menjadi amal jariyah bagi kita semua, " paparnya.

    Sementara Ustad Firdaus Malie, mengajak jamaah untuk memaknai halal bihalal sebagai momentum penting untuk penyucian hati dan jiwa setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadha, ini adalah momen untuk melepaskan emosi negatif, dengan cara saling memaafkan. 

    Halal bihalal merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit hati, seperti iri, dengki, dan kebencian dan  momen mencairkan yang beku, dan memecah kebuntuan dalam hubungan antarmanusia agar kembali harmonis.

    Acara Halal Bihalal ini berakhir dengan doa bersama, berharap agar rasa kebersamaan tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi tetap terjalin silaturahmi di tanah rantau, memperkuat kebersamaan, guna menciptakan hubungan yang harmonis. 

    Tradisi khas Indonesia ini bukan hanya pertemuan fisik, melainkan juga simbol rekonsiliasi sosial dan saling menghargai. (Shanty)

    Shanty SH

    Shanty SH

    Artikel Sebelumnya

    Pelaku yang Diduga Lecehkan Janda Beranak...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Abdullah Rasyid: Menenun Harapan Hijau, Menguji Sinkronisasi Lingkungan Hidup dalam Pusaran Asta Cita
    Bukan Sekadar Rencana, KITLT Mulai Eksekusi Kawasan Industri Terpadu
    Bawaslu Jabar Perkuat Sinergi Demokrasi dengan Kodam III Siliwangi
    Perkuat Sinergi, Bawaslu Jabar Temui Pangdam III/Siliwangi di Masa Non-Tahapan
    Abdullah Rasyid: Transformasi di Balik Jeruji, Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan

    Ikuti Kami