GOWA, SULSEL - Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Gowa, H.Zainal Timung, yang baru dilantik pada (20/12) periode 2025-2030, dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, saat ini fokus pada pelatihan Tahsinul Qiroah, dimana Tahsinul Qiroah adalah ilmu dan praktik memperbaiki atau memperindah bacaan Al-Qur'an agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, makhorijul huruf.
"Supaya para imam masjid nantinya pada bulan Ramadhan, membaca Al-Qur'an dengan benar, tartil, dan indah, sekaligus menjaga keaslian bacaan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, " jelasnya kepada wartawan saat ditemui di ruang perpustakaan.Senin (2/2/2026)
H.Zainal Timung, menyampaikan, bahwa IPIM itu merupakan suatu wadah atau organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kualitas bacaan, hafalan, dan pemahaman fikih para imam masjid, serta meningkatkan kesejahteraan imam dan keluarga.
"Organisasi ini merupakan wadah perhimpunan para imam masjid di Indonesia, untuk meningkatkan kompetensi imam masjid, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat konsolidasi dan koordinasi antar imam masjid, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan, " kata H.Zainal Timung, yang merupakan mantan Kepala SMP Negeri 4 Sungguminasa ini.
Ia juga memaparkan di Kabupaten Gowa itu ada 4017 orang imam dan masjid ada 3745, dan IPIM akan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi imam secara bergilir.
Melalui pelatihan Tahsinul Qiroah, diharapkan para imam masjid siap untuk memberikan pelayanan ibadah terbaik kepada masyarakat pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah nantinya.
"Jadi Imam masjid itu memegang peranan krusial dalam menjalin silaturahmi dengan masyarakat, bertindak sebagai penggerak ukhuwah islamiyah dan mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar, " tandasnya.
Melalui kehadiran dalam kegiatan warga, komunikasi aktif, serta gotong royong, imam masjid menciptakan keharmonisan dan merawat kebersamaan.
Sehingga kedepannya imam harus menjadi panutan, baik dalam etika maupun fiqih, sesuai dengan ajaran Islam. Imam shalat berjamaah bukan sekadar memimpin gerakan, tetapi juga mewakili tanggung jawab spiritual serta keilmuanya, yang menjadi contoh dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa.
"Selain itu IPIM juga berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para imam, bekerja sama dengan lembaga BAZNAS dan IPIM juga sangat mendukung program - program Pemda Gowa, khususnya program Gowa Caradde 'ayo mengaji' dengan 4017 orang imam yang ada di Kabupaten Gowa, kami mendoakan agar program - program pemerintahan Kabupaten Gowa bisa berjalan dengan lancar, sukses serta masyarakatnya lebih maju dan sejahtera, " kuncinya.(Shanty)

Updates.